Sabtu, 28 Juli 2012

INILAH SUATU PROGRAM ACARA


Trans TV kini menjadi salah satu stasiun televisi nasional yang paling digemari pemirsa Indonesia, termasuk saya sendiri. Keberhasilan Trans TV sangat ditunjang oleh berbagai program unggulan yang dimilikinya untuk berbagai segmen, misalnya untuk anak-anak, keluarga, remaja dan dewasa. Jika membahas satu program yang saya sukai di Trans TV, program itu adalah Jika Aku Menjadi. Acara yang pertama kali tayang pada tanggal 25 November 2007. Mengapa?
Menurut saya, program ini mempunyai pesan moral yang sangat baik. Jika Aku Menjadi (JAM) menampilkan kondisi kehidupan yang sebenarnya dari masyarakat kelas bawah seperti buruh, nelayan, petani, dan lain sebagainya. Saya sebagai salah satu bagian dari masyarakat kelas menengah sering kali mengucurkan air mata melihat acara ini, meskipun saya seorang laki-laki.
Saya memang termasuk orang yang cukup sensitif, tapi mungkin pengalaman hidup saya juga mempengaruhi. Kadang-kadang datang saat di mana saya dan keluarga benar-benar tidak mempunyai uang, tapi ada juga saat kita bisa beli ini itu, belanja di supermarket, atau makan di tempat makan. Kita mungkin sering lupa untuk bersyukur dan bahkan selalu mengeluh dalam hidup ini, termasuk saya sendiri. Tapi acara JAM ini mengajarkan saya untuk selalu bersyukur, sekecil apapun kebahagiaan yang saya miliki.
Sebelumnya saya sering mengeluh jika masakan ibu kurang saya sukai dan saya sering lupa berterima kasih kepada Tuhan secara langsung saat saya mendapatkan sesuatu. Ketika saya melihat acara ini ditampilkan seorang nenek-nenek yang tinggal sendiri, makan apa adanya, dan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, saya jadi “tercubit”. Atau sebuah keluarga miskin yang tinggal di rumah dengan kondisi yang bisa dibilang tidak layak, di mana anaknya yang masih remaja membantu orang tuanya mencari uang, saya pun merasa “tertampar”. Selama ini saya hanya bisa meminta uang kepada orang tua dan mungkin membebani mereka.
Selain itu, saya sering bertanya-tanya. Mengapa banyak sekali anak yang melupakan ibu, bapak, atau orang tuanya di kampung? Mengapa mereka meninggalkannya sendiri dan tak pernah memberi kabar? Saya sering melihat di acara itu, banyak orang tua yang sudah lama tak mendapat kabar dari anaknya, mereka sangat merindukan anak-anaknya, dan selalu mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya. Saya semakin yakin, bahwa pepatah “kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah” memang benar adanya. Tak sadar air mata saya mengucur ketika mendengarkan curahan hati sang ibu pada suatu episode JAM yang mengatakan bahwa dia ingin sekali bertemu dengan anaknya dan dia selalu mendoakannya. Saya jadi teringat ibu saya dan saya berjanji pada diri sendiri, jika suatu saat saya menjadi sukses ataupun pergi jauh, saya tidak akan pernah melupakan ibu saya. Terlebih selama ini, ibu saya banyak berjuang juga untuk saya. Bekerja dari pagi hingga malam sehingga semua kebutuhan utama saya terpenuhi. Rasanya ada sedikit rasa marah dan kesal bagi anak-anak yang tidak tahu balas budi seperti itu. Jangan sampai kita semua menjadi anak durhaka.
Acara Jika Aku Menjadi juga bagus karena mengirim anak-anak kota untuk tinggal bersama keluarga atau orang yang kurang mampu, dengan kondisi seadanya. Dengan cara itu, mereka jadi belajar kehidupan lain yang mungkin tidak mereka rasakan, mereka jadi bisa lebih bersyukur dengan kondisi mereka sekarang yang lebih beruntung dan bisa memupuk rasa empati juga tak hanya bagi talent, tapi bagi kita yang menyaksikan acara ini.
Bagian yang paling saya sukai dari JAM adalah ketika akhir acara, saat Trans TV berbagi rejeki dengan keluarga atau orang yang kurang mampu itu. Di bagian ini pun saya sering menangis karena saya bisa bayangkan pasti mereka sangat bahagia mendapatkan barang-barang kebutuhan hidup yang biasanya sangat sulit mereka dapatkan. Sebelumnya mereka tak menikmati listrik atau tak mempunyai kamar mandi sendiri, dengan acara JAM, mereka sekarang bisa menikmatinya. Sebelumnya mereka sering mengutang beras, sekarang mereka mendapatkan beberapa karung beras. Saya juga sering terharu melihat reaksi bahagia orang-orang itu ketika mereka tahu mereka mendapatkan rejeki. Mereka orang-orang yang kuat dan selalu bersyukur dengan kondisi mereka, saya menajdi ikut bahagia melihat mereka bahagia. Saya sangat setuju jketika JAM memberikan modal usaha untuk mereka agar kondisi mereka menjadi lebih baik.
Semoga acara JAM selalu ada dan bertahan karena acara ini sangat baik dan dapat membantu orang-orang baik yang kurang beruntung. JAM memotivasi saya untuk mengejar cita-cita saya dan menjadi orang yang sukses agar suatu saat saya juga dapat membantu orang yang kurang mampu. Semoga pihak-pihak yang telah membantu memberi rejeki pada keluarga-keluarga itu mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan YME. Jika Aku Menjadi mengajarkan indahnya saling berbagi, bersyukur dengan kondisi kita dan berempati terhadap kondisi orang lain!

1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar